RSS

Karya Tulis



 Nama            : Helena Damayanti siregar
 NPM             : 13213997
 Kelas             : 3EA14
 Mata Kuliah : Bahasa Indonesia

KARYA TULIS

Karya tulis merupakan hasil karangan dalam bentuk tulisan yang merupakan hasil pemikiran, hasil pengamatan tinjauan dalam bidang tertentu dan disusun secara sistematis. Karya tulis juga dapat diartikan sebagai karangan yang mengetengahkan hasil pikiran, hasil pengamatan, tinjauan dalam bidang tertentu yang disusun secara sistematis. Karya tulis juga dapat dikatakan tulisan yang membahas masalah tertentu berdasarkan pengamatan secara
sistematis dan terarah.
Ciri-Ciri Karya Tulis :
1.      Logis. Karya tulis dikatakan logis apabila data, argumen, penjelasan yang dikemukakan  diterima oleh akal.
2.      Sistematis. Karya tulis dikatakan sistematis apabila setiap permasalahan yang diuraikan disusun secara teratur, runtut, dan tidak tumpang tindih.
3.      Obyektif. Karya tulis dikatakan obyektif apabila alasan , keterangan, penjelasan dan uraian-uraian yang dikemukakan sesuai apa adanya.

Jenis-Jenis Karya Tulis
Jenis-jenis  karya tulis terbagi kedalam dua yakni karya tulis ilmiah dan karya tulis non ilmiah.
A..Karya tulis ilmiah
Karya tulis ilmiah adalah karangan yang berisi gagasan ilmiah yang disajikan secara ilmiah serta menggunakan bentuk dan bahasa ilmiah. Karya tulis ilmiah mengusung permasalahan keilmuan. Materi yang dituangkan dalam tulisan ilmiah berupa gagasan-gagasan ilmiah, baik berupa hasil kajian ilmiah maupun hasil-hasil penelitian yang disajikan dalam karya tulis ilmiah. Gagasan-gagasan itu merupakan gambaran perkembangan ilmu pengetahuan yang terekam dalam tulisan ilmiah selain itu Karya ilmiah haruslah bersifat objektif, faktual, empirik dan sistematis, kalimat-kalimat lugas dan tuntas..
Ciri-ciri karya tulis ilmiah (menurut W. Paul Jones) :
1. Sistematis Menyajikan fakta
2. Menyajikan fakta
3. Tidak memihak (disinterested)
4. Sungguh-sungguh (sincere)
5. Tidak berlebih-lebihan  Tidak bersifat haru (not emotive)
6 Tak bernada membujuk (not directly persuasive)
7 Cermat dan jujur (accurate and truthful)
8. Tak bercorak debat (not argumentative)
9 Tidak bersifat haru (not emotive)
10 Mengesampingkan pendapat yang tak berdasar (unsupported opinion)

Macam karya Ilmiah, yaitu :
1) karya ilmiah pendidikan
a) Paper
Tulisan yang memuat pembahasan dari sebuah topik tertentu dengan dukungan data dan argumen yang valid dan kuat
b) Laporan penelitian.
Laporan yang ditulis berdasarkan penelitian. Misalnya laporan penelitian yang didanai oleh Fakultas dan Universitas, laporan ekskavasi arkeologis yang dibiayai oleh Departemen, kebudayaan dsb.
c) Skripsi
Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik sarjana strata satu (Si).
d) Thesis
     Tulisan ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik strata dua (S2), yaitu Master
e) Disertasi
    Tulisan ilmiah untuk mendapat gelar akademik strata tiga (S3), yaitu Doktor.

2) Karya Ilmiah Penelitian
a) Makalah seminar (Naskah seminar,naskah Bersambung)
Suatu karya tulis ilmiah yang dibuat berdasarkan pengamatan dan atau penelitian  tentang suatu hal
b) Jurnal penelitian
terbitan berskala yang berbentuk pamflet berseri yang berisi bahan yang sangat diminati   orang saat diterbitkan

B. Karangan Semi Ilmiah
Karya tulis semi ilmiah merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam kary tulis ini. Karya tulis semi ilmiah biasanya digunakan dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Ciri-ciri karya tulis semi ilmiah :
1. Ditulis berdasarkan pengalaman pribadi
2. Fakta yang disimpulkan subyektif
3. Gaya bahasa formal dan popular
4. Mementingkan diri penulis
5. Melebihkan-lebihkan sesuatu
6  Usulan-usulan bersifat argumentatif, dan
7  Bersifat persuasif.

Macam karangan semi ilmiah, Yaitu :
1. Artikel
    Karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan
3. Opini
   Pendapat, ide, pikiran untuk menjelaskan kecenderungsn terhadap perspektif atau ideologi
4. Feuture
Tulisan hasil reportase (peliputan) mengenai suatu objek atau peristiwa yang bersifat memberikan informasi, mendidik, menghibur pembaca
5. Reportase
Laporan secara langsung dari lapangan yang dilakukan jurnalis media elektronik untuk tujuan menginformasikan fakta-fakta

C. Karya tulis nonilmiah
Karya nonilmiah adalah karangan yang tidak mengikuti kriteria penyajian fakta dan tidak mengikuti metodologi penulisan yang benar. Jika fakta yang disajikan dalam karya tulis ilmiah merupakan fakta yang bersifat umum. Sedangkan fakta yang disajikan dalam karya tulis nonilmiah ini adalah fakta yang disajikan berupa fakta pribadi yang bersifat subjektif.
Ciri-ciri karya tulis nonilmiah :
1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
2. Fakta yang disimpulkan subyektif
3. Gaya bahasa konotatif dan populer
4. Tidak memuat hipotesis
5. Penyajian dibarengi dengan sejarah
6  Bersifat imajinatif
7  Situasi didramatisir, dan
8. Bersifat persuasif.

Macam karya non-ilmiah, yaitu:

1) Dongeng
    Sutu karya sastra lama yang bercerita tentang kejadian yang penuh khayalan (fiksi)
2) Cerpen
     Suatu bentuk prosa naratif  fiktif. Cenderung padat dan langsung pada tujuannya
3) Novel
     Karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif
4) Drama
     Karya sastra dalam bentuk dialog dan dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor.
5) Roman
Karya sastra dalam bentuk prosa yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan jiwa massing-masing




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tugas 3 Penalaran



 Nama           : Helena Damayanti Siregar
 NPM            : 13213997
 Kelas            : 3EA14
 Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2


Penalaran induktif 

Penalaran induktif adalah proses yang berpangkal dari peristiwa yang khusus yang dihasilkan berdasarkan hasil pengamatan empirik dan menghasilkan suatu simpulan atau pengetahuan yang bersifat umum.
Menurut (Smart 1972:64) penalaran induktif adalah penalaran yang memberlakukan atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum. Penalaran ini lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau empiri
Contoh penalaran induktif :
Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.

Ciri penalaran induktif
1) Menyebutkan peristiwa khusus
2) Menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa khusus
3) Kesimpulan terdapat diakhir paragraf

Bentuk-bentuk penalaran induktif
a) Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum
Contoh : Leonardo di caprio adalah aktor film, dan ia berwajah tampan
Jim sturgess adalah aktor film, dan ia berwajah tampan.
Generalisasi  : semua bintang film berwajah tampan. Pernyataan “semua bintang film berwajah tampan” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya

macam-macam generalisasi
1) Generalisasi sempurna
Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh : Sensus Penduduk
2) Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki
Contoh : Hampir seluruh pria dewasa di indonesia senang memakai celana pantaloon

b) Analogi
Analogi adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain, analogi dilakukan karena antara sesuatu yang dibandingkan dengan bandingannya memilki kesamaan fungsi dan peran. Melalui analogi, seseorang dapat menerangkan sesuatu yang abstrak atau rumit secara konkrit dan lebih mudah dicerna.
Contoh ; untuk menjadi seorang pemain basket yang professional dan berprestasi dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet. Begitu juga dengan seorang dokter untuk dapat menjadi dokter yang professional dibutuhkan pembelajaran atau penelitian yang rajin dan ulet oleh karena itu untuk menjadi seorang pemain bola maupun seorang dokter diperlukan latihan atau pembelajaran

 Jenis-jenis analogi
1) Analogi induktif
Analogi induktif yaitu, analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena, kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama terjadi juga pada fenomena kedua.
Contoh : Tim uber Indonesia mampu masuk babak final karena berlatih setiap hari, maka tim thomass Indonesia akan masuk babak final jika berlatih setiap hari.
2) Analogi deklaratif
Analogi deklaratif adalah metode nntuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai.
Contoh : deklaratif untuk penyelengggaraan negara yang baik diperlukan sinergitas antara kepala negara dengan warga negaranya. Sebagaimana manusia, untuk menunjukkan perbuatan yang benar diperlukan sinergitas antara akal dan hati.

c) Hubungan kausal
Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang salign berhubungan. Hubungan kausal merupakan prinsip sebab akibat yang sudah pasti antara segala kejadian, serta bahwa sebuah kejadian memperoleh kejadian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan kesistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya.
Macam hubungan kausal :
1) sebab-akibat
Contoh : penebangan liar dihutan mengakibatkan banjir dan tanah longsor
2) akibat-sebab
   Contoh : toni melihat kecelakaan di jalan raya, sehingga toni beranggapan adanya korban kecelakaan


Sumber : Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Jakarta : Grasindo
    


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS